Sabtu, 30 April 2016

i just share

Ketika Tuhan menaruh banyak luka di dalam hatimu , sampai terkadang merasa dunia seakan tidak adil kepadamu. Hanya banyak kesukaran yang kamu hadapi dalam kehidupanmu. Seakan Tuhan sudah tidak peduli lagi padamu bahkan pada setiap luka hatimu. sampai terkadang tidak ada satu katapun yang dapat kamu sampaikan karena semua terasa begitu berat.
Disanalah Tuhan menunggumu untuk berserah kepadanya memaafkan dan biarkan Tuhan kembali mengandeng tanganmu. 
Saya bukan orang yang suci banyak kesalahan yang saya perbuat , jujur saja saya mengalami masa yang sulit dalam hidup saya. Saya cuma membagi beberapa hal yang saya rasakan. 
Kemarin saya menemukan beberapa fakta yang jujur saya membuat saya begitu kecewa dan merasa down sekali. Tetapi dibalik semua itu saya merasakan Kasih Tuhan yang tidak pernah meninggalkan saya. Tuhan menunjukan beberapa fakta yang menyakitkan untuk dapat menyelamatkan hidup saya. Saat saya mengetahui kebenarannya saya merasa marah , stress , saya hanya bisa menangis , marah dan marah. saya menceritakan kemarahan saya pada beberapa teman saya. 
Saya hanya mencari berbagai pelarian untuk kemarahan saya. Kemudian saya mencoba mendengarkan beberapa lagu rohani yang memang saya sukai , saya hanya dapat menangis menahan kemarahan saya. Kemudain saya mencoba untuk bermain aplikasi secara iseng tentang alkitab. Disana ya menemukan beberapa ayat yang menguatkan saya. (ulangan 31:8 , Roma 8: 31 ) dan beberapa kata" yang saya temukan , kemudian saat itulah ( masih subuh ) kemarahan yang mungkin masih memuncak sedikit mereda. Saya tetap tidak dapat tidur saat memikirkan kebenaran itu jujur amarah masih sangat menguasai saya dan ayat" di alkitab yang masih terus berputar dikepala saya. saya ingin membalas semua perbuatan jahat yang terjadi kepada saya, bahkan sampai saya berniat melakukan banyak hal (saya sempat memposting tetapi kemudian saya hapus , saya tau tidakan saya akan seperti kekanak-kanakan). sampai akhirnya sore hari saya memutuskan untuk menelan 2 butir obat tidur agar saya tidur sejenak. Saat terbangun kemudian saya mencoba menelpon Ayah saya dan saya menceritakn semuanya kepadanya. Saya mengatakan saya harus belajar mengampuni karna beberapa jam yang lalu Tuhan sudah memberikan jawabannya lewat ayat yang saya temukan. Bahkan sebenarnya Tuhan sudah menjawab lewat beberapa teman saya tetapi saya masih saja dikuasai amarah. Saat ini jujur saja saya masih dikuasai amarah tapi saya berusaha agar berdamai dengan diri saya sendiri, karna saya tau bahwa Tuhan tidaklah tidur. Dia sangat mengasihi saya lebih dari pemikiran saya. Dia membiarkan saya terjatuh menangis dan terluka tetapi saya tau semua yang terjadi dalam hidup saya tidaklah sia-sia. Setiap luka dan air mata saya pasti akan Dia obati tanpa cacat. Terima Kasih Tuhan sudah mengasihi saya dan menunjukan fakta yang menyakitkan untuk hidup baru saya. (saya merasa harus menulis ini bukan karna saya sok suci...saya tidak tenang ketika saya tidak menuliskan ini untuk dibagi)
 

StefaniMarsela@Lieloveit